Karyawan vs Bos (Untuk Pegawai)
Anda seorang karyawan yang sering dimarahi bos? Coba renungkan dahulu kata-kata di bawah ini.
Untuk karyawan:
1. Bersyukurlah anda sedang dipekerjakan.
Masih banyak orang-orang di luar sana yang lebih kompeten daripada anda,
namun karena beberapa hal termasuk keberuntungan, anda dapat menerima
gaji bulanan saat ini.
2. Ambil cermin
Tidak mungkin kan anda dimarahi boss kalau andanya oke. Pasti ada
sesuatu dalam diri anda yang tidak baik. Atau mungkin attitude anda,
skill anda, disiplin anda. Cobalah ke toko cermin dan lihat-lihatlah,
siapa tahu anda mengerti apa yang saya maksud dengan intropeksi.
3. Lebih baiklah dari bos anda.
Bukankah ada sesuatu yang membuat anda sebagai bawahan dan "dia" sebagai
bos? Jika anda berdua berada di satu perusahaan milik orang lain atau
sebuah badan usaha, paculah prestasi anda, siapa tahu esok anda yang
gantian jadi bos. Contohnya Pak SBY dan Sutiyoso, SBY itu pernah jadi
bawahan Sutiyoso waktu di kemiliteran, lalu SBY yang jadi presiden dan
Pak Sutiyoso (pernah menjadi) bawahannya sebagai gubernur DKI Jakarta
saat itu. Tapi INGATlah! Perlakukan mantan atasan anda jauh lebih baik
dari yang ia pernah lakukan kepada anda. Memaafkan itu mulia.
4. Pecatlah diri anda.
Jika anda merasa anda tidak melakukan sesuatu hal yang buruk lalu
mengapa anda di perlakukan semena-mena oleh atasan anda. Pecatlah diri
anda. Ya. Tingkatkan kemampuan anda, cari perusahaan yang lebih baik,
dan segera setelah diterima perusahaan lain, UNDURKAN diri.
5. Jadilah Bos atau Pengusaha Juga
Jika anda merasa diri anda oke, mengapa tak buka usaha sendiri?
Kumpulkan modal, terutama modal attitude sebagai pengusaha. Ya, ATTITUDE
itu jauh lebih berharga daripada uang. Betapa banyak pengusahaa sukses
yang memulai segalanya dari hampir dibilang nol. Contohlah Purdi Candra,
Mark Zuckerberg. Gunakanlah uang orang lain. daripada sebaliknya, anda
punya uang tapi tidak punya mental pengusaha. Pengusaha itu tahan
banting. Bukan rapuh. Kalau anda cengeng, nikmatilah nasib anda sebagai
karyawan.
6. Sudah melakukan nomor 1 - 5?
Jika belum, berarti memang anda pecundang, eh maaf, tapi saya bukan
bermaksud menjatuhkan mental anda. Maaf sekali lagi, saya bermaksud
memecut anda dengan motivasi dan semangat. Sekali lagi ambillah cermin
dan tanyakan pada diri anda sendiri. Apa yang dapat aku perbuat untuk
lebih baik dari nasibku sekarang sebagai karyawan?
Salam Sukses!






0 komentar
Posting Komentar